Tempat Wisata TerFaVorit

DAFTAR ISI

About Me

Foto Saya
Panorama NTB
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Perempuan Sasak Terakhir

Perempuan Sasak Terakhir
Film yang mempromosikan Budaya dan Pariwisata di Pulau Lombok
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religius. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Agustus 2011
clip_image003
Makam Keramat Batu Layar yang berada di kawasan pantai Senggigi, letaknya sekitar 10 Km dari kota Mataram
clip_image004
Wali Nyatoq adalah waliyullah yang sangat melegenda di Pulau Lombok, lebih-lebih dikalangan masyarakat Lombok Tengah atau tepatnya di desa Rembitan, bagian Selatan Pulau Lombok. Sebutan Wali Nyatoq dikaitkan dengan tanda-tanda kewaliannya. Nyatoq artinya "nyata" karena masyarakat sangat mempercayai bahwa Wali Nyatoq benar-benar sebagai seorang wali. Konon wali nyatok memiliki 33 nama. Di setiap desa atau kampung yang pernah disinggahi, ia disebut dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya Sayyid Abdullah, gelar ini diperoleh setelah beliau meninggal dunia. Tidak ada yang tahu persis darimana ia berasal, sebagian masyarakat mempercayainya bahwa ia berasal dari Negeri Timur Tengah karena ciri-ciri wajah dan postur tubuh yang dimiliki persis seperti dari Bangsa Arab. (Religi, 2002).
clip_image003
clip_image005
Pantai Ampenan di Pulau Lombok terlihat begitu tenang. Deburan ombak bergulung berkejaran
clip_image005
clip_image003Almagfurullah Maulana Syekh Abdul Majid, Pendiri organisasi Nahdatul Wathan.
Selasa, 30 Agustus 2011
-000
A. Selayang Pandang
Pura Lingsar merupakan pura terbesar dan tertua di Pulau Lombok yang dibangun pada tahun 1714 oleh Raja Anak Agung Ngurah. Bangunan yang dianggap suci ini pernah mengalami renovasi pada beberapa bagiannya pada tahun 1878.
Pura ini merupakan simbol kerukunan antar umat beragama karena selain tempat ibadah umat Hindu, pura ini juga dimanfaatkan oleh umat Islam suku Sasak yang beraliran wektu telu. Di dalam Pura ini terdapat dua bangunan. Bangunan pura untuk umat Hindu dinamakan Gaduh sementara bagian untuk suku Sasak disebut Kemaliq (tempat keramat atau suci). Di depan kedua bangunan tersebut terdapat dua rumah tinggal yang dihuni oleh pemangku (pemimpin agama umat Hindu) serta amangku (pemuka adat suku Sasak) yang keduanya dipilih secara turun temurun.